
Ditulis oleh: H. Didiek Soegiarto, S.Ars.
Daftar Isi
Cara menghitung tipe rumah adalah pengetahuan dasar yang sangat penting dipahami sebelum Anda membeli kavling, membangun rumah baru, atau bahkan sekadar membaca brosur dari developer properti.
Angka-angka seperti Tipe 36/72 atau Tipe 45/90 yang sering muncul dalam iklan perumahan ternyata menyimpan informasi krusial tentang apa yang benar-benar Anda dapatkan dari sebuah properti.
Memahami cara membaca dan menghitung tipe rumah dengan benar bukan hanya soal pengetahuan teknis, melainkan tentang membuat keputusan yang tepat untuk kebutuhan keluarga Anda jangka panjang.
Dari perspektif arsitek, pemahaman ini adalah fondasi dari seluruh proses perencanaan hunian yang baik.
Apa yang Dimaksud dengan Tipe Rumah
Tipe rumah adalah angka yang merepresentasikan luas bangunan sebuah hunian dalam satuan meter persegi.
Ketika sebuah iklan properti menyebut “Tipe 36”, angka 36 tersebut merujuk pada total luas area yang tertutup atap dan dinding di dalam rumah, mencakup semua ruangan seperti kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.
Ini adalah poin yang paling sering disalahpahami oleh calon pembeli: tipe rumah bukan luas tanahnya. Angka tipe semata-mata adalah ukuran bangunannya saja.
Seorang calon pemilik rumah yang tidak memahami perbedaan ini bisa salah memperkirakan luas ruangan yang tersedia, yang berakibat pada ketidaksesuaian antara ekspektasi dan kenyataan saat menghuni.
Cara Menghitung Tipe Rumah dengan Tepat
Secara teknis, menghitung tipe rumah cukup sederhana. Tipe rumah diperoleh dari perkalian panjang bangunan dengan lebar bangunan. Sebuah bangunan dengan panjang 6 meter dan lebar 6 meter memiliki luas bangunan 36 m², dan inilah yang disebut sebagai Tipe 36.
1. Menghitung Luas Bangunan
Untuk rumah yang sudah berdiri, cara paling akurat menghitung luas bangunan adalah dengan mengukur panjang dan lebar setiap ruangan di dalam rumah, menghitung luas masing-masing (panjang x lebar), lalu menjumlahkan seluruhnya.
Area yang dihitung adalah semua ruangan yang memiliki atap dan dinding penuh. Carport terbuka, teras tanpa dinding, dan taman tidak termasuk dalam hitungan luas bangunan.
Untuk data yang paling akurat dan sah secara hukum, selalu rujuk pada gambar kerja atau dokumen PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) yang diterbitkan untuk properti tersebut.
2. Memahami Format Penulisan Tipe Rumah (Contoh Tipe 36/72)
Format penulisan dengan garis miring adalah konvensi yang paling sering digunakan oleh developer properti dan wajib dipahami dengan benar.
Dalam format Tipe 36/72, angka pertama (36) adalah luas bangunan dalam meter persegi, sedangkan angka kedua (72) adalah luas tanah atau kavling secara keseluruhan dalam meter persegi.
Selisih antara kedua angka tersebut, yaitu 72 – 36 = 36 m², adalah sisa lahan yang tersedia di luar bangunan. Sisa lahan inilah yang akan menjadi area carport, taman depan, taman belakang, atau area servis.
Semakin besar selisihnya, semakin luas ruang luar yang Anda miliki, dan semakin besar potensi pengembangan rumah di masa mendatang.
Perbedaan Luas Bangunan dan Luas Tanah pada Tipe Rumah
Memahami perbedaan antara luas bangunan dan luas tanah adalah inti dari cara menghitung tipe rumah yang benar.
Luas bangunan adalah jumlah total area yang dibangun dan dihuni, sementara luas tanah adalah total area kavling yang Anda miliki termasuk di dalamnya area bangunan dan seluruh ruang luar.
Dari perspektif perencanaan arsitektur, angka luas tanah sering jauh lebih penting daripada tipe rumahnya sendiri. Sebuah rumah Tipe 36 di atas lahan 90 m² memiliki potensi pengembangan yang jauh lebih besar dibandingkan Tipe 36 di lahan 60 m².
Rumah dengan sisa lahan yang cukup bisa dikembangkan secara horizontal ke samping atau belakang, yang umumnya lebih terjangkau dan lebih mudah secara teknis dibandingkan pengembangan vertikal dengan menambah lantai.
Konsep ini berkaitan erat dengan desain rumah tumbuh yang Archimax Indonesia bahas sebagai pendekatan membangun hunian secara bertahap sesuai kemampuan dan kebutuhan.
Mengenal Berbagai Tipe Rumah yang Umum di Indonesia
a. Tipe Rumah Kecil (21–36)
Tipe 21 hingga 36 adalah kategori rumah dengan luas bangunan paling ringkas. Tipe 21 biasanya hanya memuat satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu ruang multifungsi yang menggabungkan fungsi ruang tamu, ruang makan, dan dapur dalam satu area.
Tipe ini cocok untuk penghuni tunggal, pasangan baru menikah, atau sebagai properti investasi yang disewakan.
Tipe 36 adalah yang paling populer di kelasnya, dengan denah standar berupa dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, dan dapur.
Ketika memilih Tipe 36, selalu perhatikan luas tanahnya karena selisih yang kecil antara luas bangunan dan luas tanah akan sangat membatasi ruang gerak dan potensi pengembangan di masa mendatang.
b. Tipe Rumah Menengah (45–70)
Rentang tipe 45 hingga 70 adalah kategori yang paling sering dipilih oleh keluarga muda yang sudah memiliki atau berencana memiliki anak.
Tipe 45 memberikan ruang yang lebih lapang dengan kemungkinan dua kamar tidur berukuran nyaman atau tiga kamar tidur yang lebih ringkas. Ruang tamu dan ruang makan sudah bisa dipisahkan dengan lebih jelas dibandingkan tipe yang lebih kecil.
Tipe 60 dan 70 memberikan fleksibilitas yang lebih besar lagi. Pada rentang ini, keluarga sudah bisa menikmati kamar tidur utama yang lebih luas, ruang keluarga yang terpisah dari ruang tamu, dan dapur yang lebih fungsional.
Rumah pada rentang tipe ini, ketika dirancang dengan baik oleh arsitek berpengalaman, bisa memaksimalkan setiap meter persegi sehingga terasa jauh lebih lapang dari angka tipnya.
c. Tipe Rumah Besar (120–140)
Memasuki tipe 120 dan ke atas, pertimbangan bergeser dari sekadar jumlah kamar ke kualitas ruang dan pengalaman menghuni.
Rumah Tipe 120 bisa menghadirkan kamar tidur utama yang dilengkapi kamar mandi dalam dan walk-in closet, ruang keluarga yang luas, serta area servis yang terpisah dengan baik dari area privat. Privasi menjadi prioritas utama pada kategori ini.
Tipe 140 ke atas sudah memasuki kategori di mana desain yang benar-benar custom menjadi kunci.
Pada skala ini, arsitek memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi konsep arsitektur yang lebih kaya, dari permainan void dan double volume, pengintegrasian taman di dalam bangunan, hingga area hiburan privat yang terintegrasi dalam desain.
Portofolio hunian premium yang Archimax Indonesia kerjakan banyak berada di kategori ini, di mana setiap meter persegi dirancang dengan sangat presisi untuk memaksimalkan kenyamanan dan estetika.
Cara Memilih Tipe Rumah Sesuai Kebutuhan Keluarga
Memilih tipe rumah yang tepat bukan sekadar soal anggaran yang tersedia saat ini, melainkan tentang memproyeksikan kebutuhan keluarga Anda dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.
Pasangan muda yang kini tinggal berdua mungkin akan memiliki satu atau dua anak dalam beberapa tahun mendatang, dan kebutuhan ruang akan berubah signifikan seiring dengan pertumbuhan tersebut.
Pertimbangan utama yang selalu Archimax Indonesia diskusikan bersama klien dalam sesi konsultasi adalah jumlah anggota keluarga yang akan menghuni dalam jangka panjang, gaya hidup dan aktivitas yang membutuhkan ruang khusus seperti ruang kerja atau ruang hobi, serta seberapa besar kemungkinan mengembangkan rumah di masa mendatang.
Tipe yang ideal adalah yang mampu mengakomodasi kebutuhan saat ini dengan nyaman, sekaligus memberi ruang untuk berkembang seiring waktu tanpa harus pindah.
Tips Menghitung Sisa Lahan untuk Rencana Pengembangan Rumah
Sisa lahan adalah aset yang nilainya sering tidak disadari sejak awal pembelian. Cara menghitungnya sederhana, cukup kurangkan luas bangunan dari luas tanah, dan hasilnya adalah area yang bisa Anda manfaatkan untuk taman, carport, atau pengembangan bangunan di masa mendatang.
Untuk perencanaan yang matang, diskusikan dengan arsitek sejak awal soal potensi pengembangan sisa lahan ini.
Arsitek yang berpengalaman akan mampu mengidentifikasi kemungkinan pengembangan horizontal ke samping atau belakang, seberapa besar area yang bisa dibangun tanpa melanggar Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yang berlaku di lokasi tersebut, serta bagaimana pondasi dan struktur fase pertama sebaiknya dirancang agar bisa menopang penambahan bangunan di kemudian hari.
Prinsip ini persis yang diterapkan dalam konsep rumah tumbuh bertahap yang memungkinkan hunian berkembang seiring kemampuan finansial dan kebutuhan keluarga.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membaca Brosur Tipe Rumah
Brosur properti dirancang untuk terlihat menarik, dan kadang informasinya tidak selengkap yang Anda butuhkan untuk mengambil keputusan yang tepat. Ada beberapa hal yang perlu diverifikasi secara langsung sebelum memutuskan untuk membeli atau membangun.
Pertama, pastikan apakah angka tipe yang tertera sudah termasuk area carport atau belum. Beberapa developer memasukkan area carport terbuka ke dalam hitungan luas bangunan, yang bisa menggelembungkan angka tipe secara tidak akurat.
Kedua, perhatikan apakah ada area balkon atau teras yang dihitung sebagai bagian dari luas bangunan. Secara teknis, area semi-terbuka seperti ini diperlakukan berbeda dalam perhitungan KDB.
Ketiga, selalu minta gambar denah dan siteplan yang jelas untuk memverifikasi hubungan antara posisi bangunan dan batas lahan sebelum menandatangani apapun.
Memahami Cara Menghitung Tipe Rumah Sebagai Fondasi Perencanaan Hunian
Cara menghitung tipe rumah adalah langkah pertama yang menentukan kualitas seluruh proses perencanaan hunian Anda.
Memahami bahwa tipe adalah luas bangunan, bukan luas tanah, memahami arti angka di belakang garis miring, dan menghitung potensi sisa lahan dengan cermat adalah tiga fondasi yang akan membantu Anda membuat keputusan properti yang jauh lebih baik.
Namun pengetahuan ini baru mengantarkan Anda ke pintu perencanaan. Untuk memaksimalkan potensi setiap meter persegi lahan dan bangunan yang Anda miliki, Anda membutuhkan mitra arsitek yang mampu menerjemahkan angka-angka tersebut menjadi ruang hidup yang benar-benar sesuai dengan karakter dan kebutuhan Anda.
Archimax Indonesia hadir sebagai mitra desain yang setia mendampingi Anda dari proses awal hingga akhir untuk menghasilkan karya bangunan yang sesuai impian Anda.
Mulai dari membantu Anda memahami potensi lahan, merancang denah yang optimal, hingga mengawal seluruh proses perencanaan agar hasilnya benar-benar maksimal.
Lihat bagaimana kami mewujudkan hunian impian berbagai klien dalam portofolio proyek Archimax Indonesia, dan hubungi kami sekarang untuk memulai perjalanan perencanaan hunian Anda bersama tim arsitek profesional kami.
Archimax Indonesia #SetiaMendampingimu













