
Ditulis oleh: H. Didiek Soegiarto, S. Ars.
Daftar Isi
Membangun rumah bukan hanya soal memilih desain yang bagus, tetapi juga memahami istilah-istilah arsitektur yang sering digunakan dalam proses perencanaan hingga pembangunan. Dengan memahami istilah ini, Anda bisa berdiskusi lebih efektif dengan arsitek, kontraktor, dan tim proyek.
Istilah istilah dibawah ini kami kelompokkan per kategori masing masing agar Anda dapat lebih mudah memahaminya.Â
A. Istilah Dasar Perencanaan & Konsep Desain
1. Konsep Desain
Ide utama yang menjadi dasar keseluruhan rancangan rumah.
2. Layout
Susunan atau tata letak ruang dalam rumah.
3. Denah (Floor Plan)
Gambar tampak atas yang menunjukkan pembagian ruang.
4. Tampak (Elevation)
Gambar tampilan rumah dari sisi depan, samping, atau belakang.
5. Potongan (Section)
Gambar irisan bangunan untuk memperlihatkan struktur bagian dalam.
6. Zoning
Pembagian area rumah berdasarkan fungsi (publik, semi privat, privat).
6. Zoning
Pembagian area rumah berdasarkan fungsi (publik, semi privat, privat).
7. Sirkulasi
Alur pergerakan penghuni di dalam rumah.
8. Fasad
Tampilan depan rumah yang mencerminkan karakter desain.
9. Skala
Perbandingan ukuran pada gambar dengan ukuran sebenarnya.
10. Proporsi
Keseimbangan ukuran antar elemen dalam desain.
Ingin memastikan konsep desain rumah Anda matang sejak awal? Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim profesional Archimax agar setiap detail terencana dengan tepat.
B. Istilah Struktur Bangunan
11. Pondasi
Struktur dasar yang menopang seluruh bangunan.
12. Sloof
Balok beton bertulang di atas pondasi.
13. Kolom
Struktur vertikal penopang beban bangunan.
14. Balok
Struktur horizontal yang menyalurkan beban ke kolom.
15. Ring Balok
Balok pengikat di bagian atas dinding.
16. Plat Lantai
Struktur beton sebagai lantai antar tingkat
17. Foot Plate
Jenis pondasi untuk bangunan bertingkat ringan.
18. Bore Pile
Pondasi dalam menggunakan tiang bor beton.
19. Tie Beam
Balok pengikat antar pondasi.
20. Struktur Baja Ringan
Rangka atap menggunakan material baja ringan.
C. Istilah Elemen Arsitektur & Bentuk Bangunan
21. Void
Ruang terbuka antar lantai untuk sirkulasi udara & cahaya.
22. Skylight
Bukaan atap untuk memasukkan cahaya alami.
23. Kanopi
Atap tambahan di atas pintu atau carport.
24. Overhang
Bagian atap yang menjorok keluar dinding.
25. Balkon
Area terbuka di lantai atas.
26. Teras
Area transisi dari luar ke dalam rumah.
27. Carport
Area parkir tanpa dinding tertutup penuh.
28. Mezzanine
Lantai tambahan di antara dua lantai utama.
29. Partisi
Dinding pembatas non-struktural.
30. Pergola
Struktur terbuka untuk peneduh taman.
D. Istilah Interior & Finishing
31. Plafon
Penutup bagian atas ruang interior.
32. Drop Ceiling
Plafon yang dibuat lebih rendah untuk estetika atau instalasi.
33. Plint
List pembatas antara lantai dan dinding.
34. Moulding
Profil dekoratif pada dinding atau plafon.
35. Veneer
Lapisan tipis kayu alami pada furniture atau panel.
36. HPL (High Pressure Laminate)
Material finishing lembaran untuk furniture.
37. Granit
Material lantai berbahan batu alam keras.
38. Homogeneous Tile
Keramik padat dengan warna seragam.
39. Backdrop
Panel dekoratif di belakang TV atau tempat tidur.
40. Built-in Furniture
Furniture yang menyatu permanen dengan bangunan.
Detail interior menentukan kesan mewah atau minimalis sebuah rumah. Konsultasikan konsep finishing yang sesuai dengan gaya hidup dan anggaran Anda.
E. Istilah Sistem Bangunan & Utilitas
41. Plumbing
Sistem perpipaan air bersih & air kotor.
42. Septic Tank
Penampungan limbah domestik rumah tangga.
43. HVAC
Sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara.
44. Exhaust Fan
Kipas pembuang udara lembab.
45. Cross Ventilation
Sistem ventilasi silang alami.
46. Grounding
Sistem pengaman listrik ke tanah.
47. Panel Listrik
Pusat distribusi listrik rumah.
48. Downlight
Lampu tanam pada plafon.
49. Smart Home System
Sistem otomatisasi rumah berbasis teknologi.
50. Drainase
Sistem pembuangan air hujan.
Sistem utilitas yang baik membuat rumah nyaman dan aman untuk jangka panjang. Pastikan desain Anda sudah mempertimbangkan aspek teknis secara menyeluruh sebelum dibangun.
F. Istilah Regulasi & Perizinan Bangunan
Mencegah tempias hujan jauh lebih efektif dibandingkan memperbaiki kerusakan akibat tampias. Oleh karena itu, perencanaan desain bangunan harus mempertimbangkan orientasi bangunan, arah angin, curah hujan, serta detail teknis pada setiap bukaan.
Dengan dukungan jasa desain dan konstruksi profesional, risiko hujan dirumah dapat diminimalkan secara signifikan.
51. IMB
Izin Mendirikan Bangunan (sekarang sudah diganti menjadi PBG).
52. PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)
Perizinan resmi untuk mendirikan atau mengubah bangunan.
53. SLF (Sertifikat Laik Fungsi)
Sertifikat bahwa bangunan layak digunakan.
54. KDB (Koefisien Dasar Bangunan)
Persentase luas bangunan yang boleh dibangun di atas lahan.
55. KLB (Koefisien Lantai Bangunan)
Rasio total luas lantai terhadap luas tanah.
56. GSB (Garis Sempadan Bangunan)
Batas jarak minimal bangunan dari jalan atau batas lahan.
57. RDTR
Rencana Detail Tata Ruang wilayah tertentu.
58. Zonasi
Pengaturan fungsi kawasan dalam tata kota.
59. AMDAL
Analisis dampak lingkungan untuk proyek skala besar.
60. UKL-UPL
Dokumen pengelolaan dan pemantauan lingkungan.
Memahami regulasi sejak awal akan mencegah masalah hukum dan pembongkaran bangunan. Pastikan desain rumah Anda sesuai aturan daerah setempat.
G. Istilah Gambar Kerja & Dokumen Teknis
Selanjutnya adalah istilah istilah arsitektur yang berkaitan dengan gambar kerja dan dokumen dokumen teknis.Â
61. Gambar Kerja
Selanjutnya adalah istilah istilah arsitektur yang berkaitan dengan gambar kerja dan dokumen dokumen teknis.Â
62. Detail Drawing
Gambar detail sambungan atau bagian tertentu.
63. Shop Drawing
Gambar teknis dari kontraktor sebelum produksi/pemasangan.
64. As-Built Drawing
Gambar final setelah proyek selesai.
65. Site Plan
Gambar tata letak bangunan di atas lahan.
66. RAB (Rencana Anggaran Biaya)
Estimasi biaya pembangunan.
67. BOQ (Bill of Quantity)
Daftar kuantitas pekerjaan dan material.
68. Spesifikasi Teknis
Standar material dan metode kerja yang digunakan.
69. Time Schedule
Jadwal pelaksanaan proyek.
70. Kurva S
Grafik progres pekerjaan terhadap waktu.
71. Kontraktor
Pelaksana pembangunan di lapangan.
72. Konsultan Pengawas
Pihak yang mengawasi jalannya proyek.
73. Tender
Proses pemilihan kontraktor.
74. Termin Pembayaran
Tahapan pembayaran proyek.
75. Retensi
Dana jaminan yang ditahan sementara.
76. Addendum
Perubahan kontrak kerja
77. Progress Report
Laporan perkembangan proyek.
78. Subkontraktor
Kontraktor khusus untuk pekerjaan tertentu.
79. Value Engineering
Optimasi desain untuk efisiensi biaya.
80. Serah Terima (BAST)
Proses penyerahan hasil pekerjaan.
Manajemen proyek yang baik menentukan apakah rumah selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Perencanaan profesional mengurangi risiko pembengkakan biaya.
I. Istilah Landscape & Area Eksterior
Selanjutnya dibawah ini adalah istilah tentang landscape dan area eksterior.Â
81. Hardscape
Elemen taman berbahan keras seperti batu dan paving.
82. Softscape
Elemen taman berupa tanaman dan rumput.
83. Drainase Taman
Sistem aliran air di area landscape.
84. Paving Block
Material penutup tanah modular.
85. Retaining Wall
Dinding penahan tanah.
86. Gazebo
Bangunan kecil terbuka di taman.
87. Courtyard
Halaman terbuka di tengah bangunan.
88. Vertical Garden
Taman vertikal pada dinding.
89. Roof Garden
Taman di atas atap bangunan.
90. Landscape Lighting
Pencahayaan khusus area taman.
Tata landscape yang tepat membuat rumah lebih sejuk dan bernilai tinggi. Jangan abaikan desain taman saat merencanakan hunian.
Dokumen teknis yang lengkap membuat pembangunan lebih terkontrol dan minim kesalahan di lapangan. Jangan bangun rumah hanya bermodal gambar denah saja.
Untuk melihat kualitas dan konsistensi karya kami, jelajahi portofolio proyek Archimax Indonesia yang menampilkan beragam hunian modern mewah. Anda juga dapat langsung berkonsultasi melalui halaman kontak untuk memulai perjalanan menuju rumah impian Anda dengan pendampingan dari awal hingga akhir proses pembangunan.
📞 Konsultasi Sekarang













