150 Istilah Arsitektur dalam Desain Rumah yang Wajib Dipahami

150 Istilah Arsitektur

Ditulis oleh: H. Didiek Soegiarto, S. Ars.

Daftar Isi

Membangun rumah bukan hanya soal memilih desain yang bagus, tetapi juga memahami istilah-istilah arsitektur yang sering digunakan dalam proses perencanaan hingga pembangunan. Dengan memahami istilah ini, Anda bisa berdiskusi lebih efektif dengan arsitek, kontraktor, dan tim proyek.

Istilah istilah dibawah ini kami kelompokkan per kategori masing masing agar Anda dapat lebih mudah memahaminya. 

A. Istilah Dasar Perencanaan & Konsep Desain

1. Konsep Desain

Ide utama yang menjadi dasar keseluruhan rancangan rumah.

2. Layout

Susunan atau tata letak ruang dalam rumah.

3. Denah (Floor Plan)

Gambar tampak atas yang menunjukkan pembagian ruang.

4. Tampak (Elevation)

Gambar tampilan rumah dari sisi depan, samping, atau belakang.

5. Potongan (Section)

Gambar irisan bangunan untuk memperlihatkan struktur bagian dalam.

6. Zoning

Pembagian area rumah berdasarkan fungsi (publik, semi privat, privat).

6. Zoning

Pembagian area rumah berdasarkan fungsi (publik, semi privat, privat).

7. Sirkulasi

Alur pergerakan penghuni di dalam rumah.

8. Fasad

Tampilan depan rumah yang mencerminkan karakter desain.

9. Skala

Perbandingan ukuran pada gambar dengan ukuran sebenarnya.

10. Proporsi

Keseimbangan ukuran antar elemen dalam desain.

Ingin memastikan konsep desain rumah Anda matang sejak awal? Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim profesional Archimax agar setiap detail terencana dengan tepat.

B. Istilah Struktur Bangunan

11. Pondasi

Pondasi dalam arsitektur dan konstruksi adalah struktur dasar bangunan yang berfungsi menopang seluruh beban bangunan dan meneruskannya ke tanah. Pemilihan jenis dan ukuran pondasi disesuaikan dengan kondisi tanah, beban bangunan, serta karakteristik struktur agar bangunan tetap kokoh dan stabil.

12. Sloof

Sloof adalah balok beton bertulang yang berada di atas pondasi dan berfungsi mengikat serta mendistribusikan beban dinding ke struktur pondasi. Elemen ini juga membantu menjaga kestabilan bangunan dan mengurangi risiko dinding mengalami pergeseran atau keretakan.

13. Kolom

Struktur vertikal penopang beban bangunan.

14. Balok

Struktur horizontal yang menyalurkan beban ke kolom.

15. Ring Balok

Balok pengikat di bagian atas dinding.

16. Plat Lantai

Struktur beton sebagai lantai antar tingkat

17. Foot Plate

Jenis pondasi untuk bangunan bertingkat ringan.

18. Bore Pile

Bore Pile dalam arsitektur dan konstruksi adalah jenis pondasi dalam yang dibuat dengan mengebor tanah hingga kedalaman tertentu, kemudian lubang tersebut diisi dengan tulangan dan beton. Pondasi ini digunakan untuk menyalurkan beban bangunan ke lapisan tanah yang lebih kuat, terutama pada bangunan dengan beban besar atau kondisi tanah yang kurang stabil.

19. Tie Beam

Balok pengikat antar pondasi.

20. Struktur Baja Ringan

Rangka atap menggunakan material baja ringan.

C. Istilah Elemen Arsitektur & Bentuk Bangunan

21. Void

Void dalam ranah arsitektur adalah ruang terbuka yang menghubungkan dua atau lebih lantai dalam sebuah bangunan, sehingga menciptakan area vertikal yang memberikan kesan luas sekaligus mendukung sirkulasi udara dan masuknya cahaya alami ke bagian dalam bangunan.

 

Keberadaan void dapat membantu mengoptimalkan pencahayaan alami pada area yang sulit mendapatkan akses langsung dari jendela, sekaligus memungkinkan udara bergerak lebih bebas dari lantai bawah menuju lantai atas.

 

Selain memiliki fungsi teknis, void juga dapat menjadi elemen visual yang memperkuat karakter interior, menciptakan hubungan antarlantai, serta memberikan kesan ruang yang lebih lapang, terbuka, dan modern.

22. Skylight

Skylight dalam arsitektur ialah bukaan pada bagian atap bangunan yang dirancang untuk memasukkan cahaya alami ke dalam ruang. Elemen ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan sekaligus menciptakan suasana interior yang lebih terang dan terbuka.

23. Kanopi

Kanopi adalah struktur atap tambahan yang dipasang di atas area seperti pintu masuk, jendela, teras, atau carport untuk memberikan perlindungan dari panas dan hujan. Selain memiliki fungsi praktis, kanopi juga dapat menjadi elemen estetis yang memperkuat karakter dan tampilan fasad bangunan.

24. Overhang

Bagian atap yang menjorok keluar dinding.

25. Balkon

Area terbuka di lantai atas.

26. Teras

Area transisi dari luar ke dalam rumah.

27. Carport

Carport dalam arsitektur adalah area parkir kendaraan yang umumnya memiliki atap pelindung, tetapi tidak dikelilingi dinding secara penuh seperti garasi. Elemen ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap cuaca sekaligus menjaga akses kendaraan tetap mudah dan sirkulasi udara tetap terbuka.

28. Mezzanine

Mezzanine adalah lantai tambahan yang berada di antara dua lantai utama dan biasanya memiliki luas lebih kecil dibandingkan lantai di bawahnya. Elemen ini dimanfaatkan untuk menambah ruang fungsional tanpa perlu menambah jumlah lantai bangunan secara penuh.

29. Partisi

Partisi dalam arsitektur adalah elemen pembatas non-struktural yang digunakan untuk memisahkan atau membagi suatu ruang tanpa menjadi bagian dari struktur utama bangunan. Partisi dapat dibuat dari berbagai material, seperti kaca, kayu, gypsum, atau aluminium, sesuai kebutuhan fungsi dan desain interior.

30. Pergola

Pergola dalam arsitektur adalah struktur terbuka yang biasanya terdiri dari tiang dan balok dengan susunan atap kisi-kisi, berfungsi sebagai elemen peneduh pada taman, teras, atau area luar bangunan. Selain memberikan perlindungan dari sinar matahari, pergola juga dapat menjadi elemen estetis yang memperkuat karakter lanskap dan ruang outdoor.

D. Istilah Interior & Finishing

31. Plafon

Plafon dalam arsitektur yaitu elemen penutup pada bagian atas ruang interior yang berfungsi menutup struktur atap sekaligus menciptakan batas visual ruang. Selain memiliki fungsi estetis, plafon juga dapat membantu menyembunyikan instalasi, mengatur akustik, dan meningkatkan kenyamanan termal dalam bangunan.

32. Drop Ceiling

Drop Ceiling dalam arsitektur ialah bagian plafon yang dibuat lebih rendah dari ketinggian plafon utama untuk menciptakan variasi visual sekaligus menyembunyikan instalasi seperti kabel, pipa, atau saluran AC. Elemen ini juga dapat digunakan untuk mempertegas zona ruang dan memberikan tampilan interior yang lebih rapi dan modern.

33. Plint

Plint adalah elemen berupa list atau pelapis yang dipasang pada pertemuan antara lantai dan dinding untuk memberikan tampilan yang lebih rapi. Selain sebagai elemen dekoratif, plint juga berfungsi melindungi bagian bawah dinding dari benturan, kotoran, dan kelembapan.

34. Moulding

Profil dekoratif pada dinding atau plafon.

35. Veneer

Lapisan tipis kayu alami pada furniture atau panel.

36. HPL (High Pressure Laminate)

Material finishing lembaran untuk furniture.

37. Granit

Granit adalah material batu alam yang memiliki karakter keras, padat, dan tahan lama sehingga banyak digunakan sebagai pelapis lantai, dinding, tangga, maupun countertop. Material granit ini juga memiliki beragam warna dan pola alami yang dapat memberikan kesan elegan serta memperkuat karakter visual sebuah ruang.

38. Homogeneous Tile

Keramik padat dengan warna seragam.

39. Backdrop

Backdrop dalam arsitektur dan desain interior adalah elemen dekoratif yang ditempatkan pada bidang dinding tertentu, seperti di belakang TV, tempat tidur, atau area utama ruang. Selain memperkuat karakter visual, backdrop dapat digunakan untuk menciptakan titik fokus dan memberikan kesan ruang yang lebih menarik serta berkarakter.

40. Built-in Furniture

Furniture yang menyatu permanen dengan bangunan.

Detail interior menentukan kesan mewah atau minimalis sebuah rumah. Konsultasikan konsep finishing yang sesuai dengan gaya hidup dan anggaran Anda.

E. Istilah Sistem Bangunan & Utilitas

41. Plumbing

Sistem perpipaan air bersih & air kotor.

42. Septic Tank

Penampungan limbah domestik rumah tangga.

43. HVAC

Sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara.

44. Exhaust Fan

Kipas pembuang udara lembab.

45. Cross Ventilation

Sistem ventilasi silang alami.

46. Grounding

Sistem pengaman listrik ke tanah.

47. Panel Listrik

Pusat distribusi listrik rumah.

48. Downlight

Lampu tanam pada plafon.

49. Smart Home System

Sistem otomatisasi rumah berbasis teknologi.

50. Drainase

Drainase dalam arsitektur dan konstruksi adalah sistem yang dirancang untuk mengalirkan dan membuang air hujan dari area bangunan, atap, maupun lingkungan sekitarnya. Sistem ini membantu mencegah genangan, kelembapan berlebih, dan kerusakan pada struktur maupun elemen bangunan.

F. Istilah Regulasi & Perizinan Bangunan

Mencegah tempias hujan jauh lebih efektif dibandingkan memperbaiki kerusakan akibat tampias. Oleh karena itu, perencanaan desain bangunan harus mempertimbangkan orientasi bangunan, arah angin, curah hujan, serta detail teknis pada setiap bukaan.

Dengan dukungan jasa desain dan konstruksi profesional, risiko hujan dirumah dapat diminimalkan secara signifikan.

51. IMB

Izin Mendirikan Bangunan (sekarang sudah diganti menjadi PBG).

52. PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)

Perizinan resmi untuk mendirikan atau mengubah bangunan.

53. SLF (Sertifikat Laik Fungsi)

Sertifikat bahwa bangunan layak digunakan.

54. KDB (Koefisien Dasar Bangunan)

Persentase luas bangunan yang boleh dibangun di atas lahan.

55. KLB (Koefisien Lantai Bangunan)

Rasio total luas lantai terhadap luas tanah.

56. GSB (Garis Sempadan Bangunan)

Batas jarak minimal bangunan dari jalan atau batas lahan.

57. RDTR

Rencana Detail Tata Ruang wilayah tertentu.

58. Zonasi

Pengaturan fungsi kawasan dalam tata kota.

59. AMDAL

Analisis dampak lingkungan untuk proyek skala besar.

60. UKL-UPL

Dokumen pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

Memahami regulasi sejak awal akan mencegah masalah hukum dan pembongkaran bangunan. Pastikan desain rumah Anda sesuai aturan daerah setempat.

G. Istilah Gambar Kerja & Dokumen Teknis

Selanjutnya adalah istilah istilah arsitektur yang berkaitan dengan gambar kerja dan dokumen dokumen teknis. 

61. Gambar Kerja

Selanjutnya adalah istilah istilah arsitektur yang berkaitan dengan gambar kerja dan dokumen dokumen teknis. 

62. Detail Drawing

Gambar detail sambungan atau bagian tertentu.

63. Shop Drawing

Gambar teknis dari kontraktor sebelum produksi/pemasangan.

64. As-Built Drawing

Gambar final setelah proyek selesai.

65. Site Plan

Gambar tata letak bangunan di atas lahan.

66. RAB (Rencana Anggaran Biaya)

Estimasi biaya pembangunan.

67. BOQ (Bill of Quantity)

Daftar kuantitas pekerjaan dan material.

68. Spesifikasi Teknis

Standar material dan metode kerja yang digunakan.

69. Time Schedule

Jadwal pelaksanaan proyek.

70. Kurva S

Grafik progres pekerjaan terhadap waktu.

71. Kontraktor

Pelaksana pembangunan di lapangan.

72. Konsultan Pengawas

Pihak yang mengawasi jalannya proyek.

73. Tender

Proses pemilihan kontraktor.

74. Termin Pembayaran

Tahapan pembayaran proyek.

75. Retensi

Dana jaminan yang ditahan sementara.

76. Addendum

Perubahan kontrak kerja

77. Progress Report

Laporan perkembangan proyek.

78. Subkontraktor

Kontraktor khusus untuk pekerjaan tertentu.

79. Value Engineering

Optimasi desain untuk efisiensi biaya.

80. Serah Terima (BAST)

Proses penyerahan hasil pekerjaan.

Manajemen proyek yang baik menentukan apakah rumah selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Perencanaan profesional mengurangi risiko pembengkakan biaya.

I. Istilah Landscape & Area Eksterior

Selanjutnya dibawah ini adalah istilah tentang landscape dan area eksterior. 

81. Hardscape

Elemen taman berbahan keras seperti batu dan paving.

82. Softscape

Elemen taman berupa tanaman dan rumput.

83. Drainase Taman

Sistem aliran air di area landscape.

84. Paving Block

Material penutup tanah modular.

85. Retaining Wall

Dinding penahan tanah.

86. Gazebo

Bangunan kecil terbuka di taman.

87. Courtyard

Halaman terbuka di tengah bangunan.

88. Vertical Garden

Taman vertikal pada dinding.

89. Roof Garden

Taman di atas atap bangunan.

90. Landscape Lighting

Pencahayaan khusus area taman.

Tata landscape yang tepat membuat rumah lebih sejuk dan bernilai tinggi. Jangan abaikan desain taman saat merencanakan hunian.

J. Istilah Teknis Lanjutan & Struktur Detail

90. Landscape Lighting

Landscape Lighting dalam istilah arsitektur artinya adalah sambungan untuk mengantisipasi pemuaian bangunan.

92. Expansion Joint

Celah pemisah antar struktur.

93. Waterproofing

Lapisan pelindung anti air.

94. Insulasi

Material peredam panas atau suara.

95. Dak Beton

Atap beton datar.

96. Talang Air

Saluran pembuangan air hujan.

97. Lisplang

Papan penutup ujung atap.

98. Roster

Bata berlubang untuk ventilasi.

99. Dinding Geser (Shear Wall)

Dinding penahan gaya lateral.

100. Railing

Pembatas balkon atau tangga.

Detail teknis kecil sering kali menentukan kualitas dan daya tahan bangunan dalam jangka panjang. Perencanaan yang matang akan mencegah renovasi berulang.

K. Istilah Arsitektur Modern & Desain Kontemporer

101. Open Plan

Konsep ruang tanpa banyak sekat.

102. Minimalis

Desain sederhana dengan elemen esensial.

103. Industrial

Gaya dengan material ekspos seperti beton dan baja.

104. Scandinavian

Desain terang, natural, dan fungsional.

105. Tropical Modern

Desain modern yang adaptif terhadap iklim tropis.

106. Rustic

Gaya alami dengan tekstur kasar.

107. Contemporary

Gaya mengikuti tren masa kini.

108. Modern Classic

Perpaduan klasik dan modern.

109. Smart Living

Konsep hunian berbasis teknologi.

110. Sustainable Design

Desain ramah lingkungan.

L. Istilah Pencahayaan & Penghawaan

111. Daylighting

Pemanfaatan cahaya alami.

112. Ambient Lighting

Pencahayaan utama ruangan.

113. Task Lighting

Pencahayaan untuk aktivitas tertentu.

114. Accent Lighting

Pencahayaan dekoratif.

115. Clerestory

Jendela tinggi dekat plafon.

116. Vent Block

Bata ventilasi.

117. Stack Effect

Sirkulasi udara vertikal alami.

118. Shading

Elemen peneduh bangunan.

119. Sun Path

Arah pergerakan matahari.

120. Solar Panel

Panel penghasil listrik tenaga surya.

M. Istilah Material & Konstruksi Tambahan

121. GRC

Material beton ringan berserat.

122. WPC

Wood Plastic Composite (WPC) dalam dunia arsitektur merupakan material komposit berbahan serat kayu dan polimer plastik yang digunakan sebagai alternatif kayu untuk elemen bangunan dan dekorasi.

Material ini banyak diterapkan pada fasad, dinding, plafon, decking, pagar, hingga elemen eksterior karena memiliki tampilan menyerupai kayu, relatif tahan terhadap kelembapan, serta membutuhkan perawatan yang lebih praktis.

123. ACP

Aluminium Composite Panel (ACP) adalah material pelapis berupa lembaran komposit yang terdiri dari dua lapisan aluminium dengan inti berbahan polietilena atau material mineral.

ACP banyak digunakan pada fasad bangunan karena ringan, tahan terhadap cuaca, memiliki tampilan modern, dan tersedia dalam beragam pilihan warna serta motif.

124. Kusen

Rangka pintu atau jendela.

125. Engsel Pivot

Sistem engsel putar vertikal.

126. Sliding Door

Pintu geser.

127. Tempered Glass

Kaca yang diperkuat.

128. Curtain Wall

Dinding kaca non-struktural.

129. Parapet

Dinding pembatas atap.

130. Fire Resistant Door

Fire Resistant Door adalah pintu tahan api yang dirancang untuk membantu menahan penyebaran api dan asap dari satu ruang ke ruang lainnya dalam bangunan selama periode waktu tertentu.

Dalam arsitektur, pintu ini digunakan sebagai bagian dari sistem keselamatan kebakaran, terutama pada area seperti tangga darurat, koridor, ruang utilitas, dan jalur evakuasi.

N. Istilah yang Jarang Diketahui Orang Awam

131. Modul

Satuan ukuran dasar dalam desain.

132. Grid System

Sistem garis bantu perencanaan.

133. Axis

Garis imajiner pengarah komposisi desain.

134. Hierarki Ruang

Tingkatan kepentingan ruang.

135. Setback

Jarak mundur bangunan dari batas tanah.

136. Built Coverage

Luas lahan yang tertutup bangunan.

137. Cantilever

Struktur menjorok tanpa kolom penopang.

138. Fenestrasi

Penataan bukaan jendela dan pintu.

139. Envelope Building

Lapisan luar bangunan.

140. Massing

Massing dalam arsitektur adalah bentuk dasar dan susunan volume bangunan yang digunakan untuk menentukan komposisi, proporsi, serta karakter visual sebuah bangunan. Konsep ini membantu arsitek mengatur hubungan antar ruang, bentuk, skala, dan orientasi bangunan agar sesuai dengan fungsi serta kondisi tapak.

O. Istilah Tambahan Penting

141. Service Area

Area khusus utilitas dan servis.

142. Utility Room

Ruang mesin atau panel.

143. Powder Room

Toilet tamu kecil.

144. Walk-in Closet

Ruang lemari pakaian khusus.

145. Foyer

Ruang transisi di pintu masuk.

146. Pantry

Area persiapan makanan ringan.

147. Laundry Room

Ruang cuci pakaian.

148. Mudroom

Ruang peralihan dari luar rumah.

149. Open Terrace

Open Terrace dalam arsitektur adalah area teras terbuka yang tidak sepenuhnya memiliki penutup atap, sehingga memungkinkan pengguna menikmati udara segar dan pencahayaan alami. Elemen ini sering digunakan sebagai ruang transisi antara interior dan area luar bangunan, seperti taman, halaman, atau area lanskap.

150. Rooftop Area

Rooftop Area dalam arsitektur adalah area terbuka yang berada di bagian atas atau atap bangunan dan dapat dimanfaatkan sebagai ruang tambahan. Area ini dapat dirancang sebagai taman, area santai, ruang komunal, hingga tempat berkumpul dengan tetap mempertimbangkan struktur, keamanan, dan kondisi lingkungan bangunan.

O. Istilah Tambahan Penting

Dokumen teknis yang lengkap membuat pembangunan lebih terkontrol dan minim kesalahan di lapangan. Jangan bangun rumah hanya bermodal gambar denah saja.

Demikian istilah arsitektur yang kami rangkum di halaman ini semoga bermanfaat menambah wawasan Anda. Untuk melihat kualitas dan konsistensi karya kami, jelajahi portofolio proyek Archimax Indonesia yang menampilkan beragam hunian modern mewah. Anda juga dapat langsung berkonsultasi melalui halaman kontak untuk memulai perjalanan menuju rumah impian Anda dengan pendampingan dari awal hingga akhir proses pembangunan.

📞 Konsultasi Sekarang

Share:

Thumbnail Video

ALAMAT KANTOR ARCHIMAX INDONESIA

KANTOR NGANJUK

Gambirejo gang 10, Warujayeng, Kec. Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur
64482

KANTOR JAKARTA

Menara 165, Jl. Let. Jend. T.B. Simatupang Kav. 1 | JLL Indonesia, RT.3/RW.3, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12560

Cari Jasa Desain Rumah Terpercaya?

Percayakan jasa desain rumah kepada archimax indonesia, demi kenyamanan Anda sendiri.

foto-banner-cta

TESTIMONI ARCHIMAX INDONESIA

Thumbnail Video
Thumbnail Video
Logo Archimax Indonesia

PT. Archimax Architect Indonesia adalah Perusahaan jasa arsitek profesional dan terpercaya yang berlokasi di Nganjuk, Kediri, dan Jakarta. Kami menyediakan jasa desain rumah mewah (private house), perumahan, villa, hotel, ruko, kos, apartement, universitas dll. kami juga melayani desain interior yang elegan dan fungsional, serta manajemen konstruksi untuk memastikan setiap proyek berjalan tepat waktu, sesuai anggaran, dan berkualitas tinggi.

© Archimax Indonesia. Jasa Desain Rumah Profesional.